Motor berjalan, dikawal oleh motor dan mobil lain

Sang anak dibonceng ayah, tidak lepas buku itu dibaca, padahal jalanan macet. Sementara di jok belakang, sopir melihat majikan kecilnya sedang membilak-balikkan buku, seakan tidak terusik bisingnya jalan. Di angkot (angkutan kota) anak-anak lain saling berhadapan walau mereka terhalang oleh buku yang mereka baca.

Decak kagum, ternyata anak-anak hari ini mulai ulangan semester, mereka sungguh-sungguh menyatukan mata dan buku demi perjuangan, kesuksesan mereka menempuh ulangan semester.

Kalau seperti ini semua, indonesia cepat maju yah….anak-anak udah doyan buku.

Kekaguman itu sirna, tak kala saya parkir motor, terlihat anak-anak di sekolah, tempat saya mengajar hanya hitungan jari yang menyatukan mata dan buku, selebihnya menyatukan mulutdan mulut lewat bahasa yang tidak ada kaitannya dengan ulangan semester.

Inilah decak kagum dan sirnanya kekaguman.

Ini hanya di sekolah saya saja kali….he.