Wayang selalu dimainkan oleh sang dalang dalam lakon-lakon yang dikehendaki oleh ki dalang.
Dalam kamus selalu ki dalang yang mempunyai lakon, dan wayang mana yang akan dimainkan.
Bila memahami hubungan dalang dan wayang tentu akan berfikir bagaimana menjadi wayang yang baik, tentu ki dalang ingin bila wayang arjuna selalu jadi arjuna yang baik dan wayang rahwana itupun menjadi rahwana yang baik, jangan sekali-sekali wayang berubah peran, kadang jadi arjuna, kadang jadi rahwana, kalau wayang terus berganti peran tentu sang dalang males menggunakan wayang yang berubah-ubah peran.
Dan sangat mustahil bila wayang mencari dalang, agar dia digunakan dalam suatu lakon.
Yang pasti dalang yang akan mencari wayang untukmemerankan suatu lakon, hal ini tidak bisa dibalik-balik, ini sudah ketentuan disononya,,,,he,,,,he,,,
Karena itu dalam kehidupan ini, jadilah wayang yang baik sesuai peran yang diberikan oleh ki dalang, sehingga sang dalang akan terus menggunakan wayang yang baik itu, bukan hanya dalam satu-dua lakon tapi dalam semua lakon kehidupan.
Sesuatu yang pasti dalam menjalankan lakon kehidupan ini, kita harus tahu persis bahwa lakon yang kita perankan memang kehendak sang dalang.
Oleh karena itu dalam berperan tentu harus menuruti apa yang diinginkan sang dalang, diikuti saja.
Suka maupun duka jadi wayang harus kita lakoni, bagi yang percaya bila mau menjalankan dengan hati yang tulus menjadi wayang yang baik, tentu sang dalang akan sayang sama kia………amien




























1 comment
Comments feed for this article
4 November 2008 pada 11:33 pm
roro
he…he…pa guru jadi cerita dalang,pantes lamun kitumah. murid wayang na bukan ?