Televisi banyak menayangkan hal-hal gaib, tetapi kita sudah tahu yang tadinya gaib sekarang bukan gaib lagi, karena semua orang sudah tidak terbengong-bengong lagi dengan kegaiban itu
Bahkan orang sudah malas melihat tayangan tentang yang gaib karena mereka tahu bahwa itu bukan gaib lagi bukan ?
Sebagian orang mungkin mencoba coba merasakan tentang hal-hal yang berbau gaib dan memang itu banyak dirasakan oleh orang
Bila perasaanya tidak terjawab maka itu lah yang disebut gaib, jika perasaan kegaiban itu bias terjawab maka yang gaib itu sudah bukan gaib lagi.
Dengan era digitalisasi banyak hal yang dulu dianggap gaib, sekarang sudah bukan gaib lagi, contoh orang bias berkomunikasi dengan orang lain pada jarak yang jauh tanpa media yang nyata sepeti HP, Orang bisa melihat sesuatu kejadian ditempat yang nunjauh melalui tayangan TV, Orang bisa mengirim surat melalu media computer, duhu tentu hal-hal tersebut dianggap gaib sekarangkan bukan gaib lagi.
Sekarang orang berkomunikasi tanpa kabel tetapi masih menggunakan alat HP, besok lusa siapa tahu orang akan bisa berkomunikasi tanpa harus buka mulut cukup menyamakan frekuensinya saja, apakah itu mungkin ?
Sekarang orang melihat suatu kejadian melalu TV, besok lusa mungkin orang melihat sesuatu tampa media apapun cukup menyamakan frekuensinya akan terlihat ? mukinkah itu terjadi ?
Sekrang orang ingin mengetahui sesuatu perlu dibaca, besok lusa mungkin tidak perlu membaca cukup konsentrasi semua kejadian sudah ada dikepalanya, mungkinkah ini terjadi ?
Masih banyak ala mini menutup pengetahuan ini, tapi bisa jadi hal yang sekrang gaib besok lusa jadi bukan gaib lagi.
Ah,,, tulisan ini juga bisa disebut gaib…




























4 comments
Comments feed for this article
28 November 2008 pada 7:13 am
Emilia
kunjungan ghaib….he..he…:)
28 November 2008 pada 1:11 pm
mac yos
cara berkomunikasi di masa depan bagi kita ghaib, but cara berkomunikasi masa lalu bagi kita sekarang adalah primitif
29 November 2008 pada 10:20 pm
Pucuk
Walau kunjungannya gaib, saya yakin bu emilia buat saya bukan gaib, nyata alias..emh..emh
29 November 2008 pada 10:22 pm
Pucuk
mudah-mudahan kebalik yah pak…masa depan jadi sesuatu yang nyata, biarlah yang kemarin jadi hal yang gaib…he..he..