P. Ahmad setiap tahun selalu membeli kambing untuk dikorbankan pada bulan haji (bulan Dzhulhijah)

Sebagai seorang PNSĀ  gol. IIb dengan satu istri dan 3 orang anak, ia berusaha menyisihkan penghasilannya setiap bulan agar bulan haji bisa berkorban satu kambing saja, yang dagingnya dapat dibagikan pada tetangganya

Senyum P. Ahmad merekah bila dapat melaksanakan korban tersebut.

Padahal setiap harinya istri dan anak-anaknya bermuka muram, hal tersebut karena keluarga P. Ahmad hidup di bawah garis kemiskinan.

Melihat keluarganya seperti itu, P Ahmad berpikir, bagaimana caranya agar keluarganya tidak bermuram durja tetapi ia dapat melaksanakan korban pada bulan haji.

Dikantor sebagai pelayan masyarakat, P. Ahmad dikenal sebagai pekerja yang rajin dan disenangi rekan-rekannya.

Akan tetapi persoalan di rumah membuat ia banyak berpikir.

Satu pihak ia ingin berkorban, dilain pihak ia harus mengorbankan anak dan istrinya dengan memotong penghasilannya Rp. 100.000,- per bulan.

Agar ia dapat berkorban dan keluarganya tidak dipotong penghasilannya, P. Ahmad mulai memberikan pelayananya pada masyarakat dengan baik bila ada TIPs,

Yang tidak memberi TIPs, P. Ahmad akan menunda-nunda pekerjaan tersebut.

Alhasil ternyata dalam sebulan P. Ahmad bisa menghasilkan TIPs dari masyarakat pengguna jasanya sampai Rp. 300.000,00

Pada hari ini, ia dan keluarganya bisa tersenyum, karena lebaran haji kali ini, ia bisa berkorban 2 ekor kambing ditambah nasi untuk disantap oleh tetangganya.

P. Ahmad sangat bersyukur, karena Sang Penguasa Alam telah memberinya jalan.

Tahun depan siapa lagi yang akan dijadikan korban P. Ahmad ? Siapa lagi yang mau saya jadikan korban….he…he…