Begitu banyak terpanjatkan doa oleh orang,

begitu banyak orang kumpul untuk mengkaji,

begitu banyak orang membicarakan hal tentang hidup.

Pagi pagi kulihat orang sibuk menginjak rem dan menari gas untuk cepar sampai tujuan, kakipun dilangkahkan untuk mencapai harapan.

Siang hari berlomba mencari pengganjal perut, yang susah cari yang murah, yang senang cari yang nyaman, semua menginginkan tujuannya tercapai.

Sore hari, semua berlomba pulang, lelah, capek tak peduli orang lain, yang penting sampai rumah secepat-cepatnya.

Tiba dirumah, buka sepatu, buka TV ingin melihatkehidupan orang, makan sedikit kasur dan guling sudah menanti.

Hari demi hari terus bergulir seiring waktu, terus…..terus dan terus….

kita lelah dan kalah…..

Doa, kumpul, falsafah hidup hanya ada di bibir saja.

Pernahkah kita merasakan ? atau kita ini hanya merasa ?

Kalau kita merasakan tentu kita akan kalah dan akan kalah lagi, kecuali kita bisa memikirkan perjalannan kita dan berusaha merasakannya.

Yang tidak enak kita singkirkan dan yang enak kita pertahankan, sehingga kita dapat merasakan apa yang kita pikirkan.

Kalau kita hanya merasa bisa merasakan, kita harus yakin bahwa sebenarnya kita belum bisa merasakan.

Jangan kita merasa bisa, tapi jadilah orang yang bisa merasakan.

Di banyak daerah pemilihan kepala daerah makin sering dilakukan, mungkin kita jadi ingat pada film India, kalau ngak inget berarti anda jarang nonton film Bollywood. Berbagai intrik dan trik mewarnai PILKADA.

Para pendukung mulai menawarkan janji, pengurus yang mengusung nama yang akan di usung sibuk dengan spanduk dan jadwal untuk tampil di masyarakat.

Masyarakat ada yang ikut-ikutan sibuk, tapi kebanyakan sudah memasang target apriori ter hadap PILKADA.

Padahal uang yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi ini terbilang besar loh….

Lantas kita mau apa ? kalau ngak ikut dosa ngak yah ?, kalau ikut dan salah pilih makin dosa ngak yah ?

Ah… bagi saya terserah masyakat aja dah,,,, saya sendiri lihat nanti aja…apakah ada petunjuk untuk melangkah ke TPS-TPS..

Khusus di Bogor, mudah mudahan PILKADA di Kota maupun kabupaten sukses aja, Wali KOta Maupun Bu Pati terpilih bisa sama rasa sama mata, sama-sama bekerja.

Andai motor dan mobil pribadi tidak dikeluarkan dari rumah,

Andai Angkutan kota, Bus Umum tidak terlalu banyak,

Andai kita mau menggunakan mobil umum,

Mungkin waktu janjian sama pacar, tidak akan telat

Mungkin jalanan banyak bertebaran senyum,

Mungkin rasa marah akan banyak berkurang,

Andai….andai…

Ulangan semester sedang berlangsung.

Tas, Catatan, semua dikumpul di depan kelas, rasa tegang terlihat diwajah mereka

Satu persatu soal dibagi, 10 menit berjalan tidak ada reaksi, semua serius,

15 menit berlangsung mulai bisik-bisik, pinjam meminjam alat tulis seperti ada di mall

20 menit selanjutnya, suasana seperti pasar tradisional,

35 menit berikut mereka sudah cerah, wajah-wajah penuh keceriaan

Apa penyebabnya ? peserta ulangan saling bagi jawaban, walau belum tentu jawaban itu benar atau salah yang penting menyamakan jawaban dan bisa happy semua.

Pengawas khan hanya lambang pelengkap dalam suatu ruangan ulangan semester, dengan tugas membagi soal, melihat pekerjaan anak-anak, isi absen, isi berita acara penyelenggaraan ulangan semester, mengumpulkan soal dan yang terpenting tandatangan transfort mengawas.

siapa yang mencari dan membagi dosa ? itu pertanyaannya..

Motor berjalan, dikawal oleh motor dan mobil lain

Sang anak dibonceng ayah, tidak lepas buku itu dibaca, padahal jalanan macet. Sementara di jok belakang, sopir melihat majikan kecilnya sedang membilak-balikkan buku, seakan tidak terusik bisingnya jalan. Di angkot (angkutan kota) anak-anak lain saling berhadapan walau mereka terhalang oleh buku yang mereka baca.

Decak kagum, ternyata anak-anak hari ini mulai ulangan semester, mereka sungguh-sungguh menyatukan mata dan buku demi perjuangan, kesuksesan mereka menempuh ulangan semester.

Kalau seperti ini semua, indonesia cepat maju yah….anak-anak udah doyan buku.

Kekaguman itu sirna, tak kala saya parkir motor, terlihat anak-anak di sekolah, tempat saya mengajar hanya hitungan jari yang menyatukan mata dan buku, selebihnya menyatukan mulutdan mulut lewat bahasa yang tidak ada kaitannya dengan ulangan semester.

Inilah decak kagum dan sirnanya kekaguman.

Ini hanya di sekolah saya saja kali….he.

Sang dewa tersenyum, ketika melihat para guru berkumpul mendiskusikan sesuatu hal yang dianggap penting oleh para guru.

Hasil keputusan dari diskusi ternyata guru membentuk satu kongsi dengan tujuan mewadahi aspirasi para guru.

Selang beberapa dekade para guru menuntut kesejahteraan para guru, hal tersebut disampaikan pada pihak kerajaan.

Sang Raja dan para menteri hanya menganggukan kepala tanda setuju pada para guru, persetujuan itu diberikan karena para menteri juga banyak yang berasal dari guru.

Selang beberapa tahun para guru mulai menikmati hasil kesepakatan itu, walau belum banyak tapi kesejahteraan para guru mulai meningkat, hal itu bisa dilihat dari banyaknya orang yang ingin menjadi guru.

Jiwa-jiwa guru sudah mulai haus akan kesejahteraan fisik. Sementara kesejahteraan hati, masih mereka cari.

Saking sibuknya guru berkongsi. Mereka banyak yang lupa pada murid-muridnya.

Muridpun mulai melupakan guru, hasil akhir banyak yang tidak ingin lagi berguru dipadepokan guru yang sibuk berkongsi ria. Hal itu bukan berarti padepokan kosong, tapi tujuan para murid sudah berlainan, ada yang hanya memanfaatkan padepokan untuk tempat bermain, ada yang menjadikan padepokan untuk prestise pribadi, ada yang menjadikan padepokan dari pada tidak ada pekerjaan, ada pula padepokan hanya untuk menitipkan diri sang murid dari orang tuanya, dan yang lebih banyak lagi banyak murid yang berkeliaran dijalan.

Raja bingung dan memanggil para menteri,

Raja Kenapa kok di dalam dan disekitar kerajaan banyak orang bodoh ?

Menteri Apa raja melihat seperti itu ?

Raja dimana para guru ? Apa mereka tidak melihat di sekitar kerajaan ?

Menteri para guru ada kok! Apakah guru tahu tentang kehidupan disekitar kerajaan, nah soal itu saya sebagai menteri tidak tahu raja.

Raja Menteri dan guru kok sama saja, tidak peduli lagi sama kehidupan di sekitar kerajaan..

Menteri hem…hemmm

Raja Kalian para menteri harus ingat, bahwa kemajuan dan kehancuran kerajaan ini banyak ditentukan para guru tau.

Menteri hem…hemmm.

Raja Sudahlahsaya cape, gimana nanti aja ke langsungan kerajaan ini. Biar sang dewata yang menentukan.

Ada seorang guru yang kebetulan melihat dewa.

Guru Dewa kenapa senyum-senyum ?

Dewa Aku sedang mempermaikan kamu-kamu sebagai guru

Guru Apa yang dipermainkan ?

Dewa Karena ulah mu, kamu ingin sejahtera, tapi kamu banyak meninggalkan kewajibanmu sebagai guru.

Guru Hem…he..

Dewa Padahal kedudukan kamu sebagai guru sangat tingggi di mata Ku.

Guru Hem…he..hee

Dewa Kesejahteraan itu datangnya dari Ku, bukan dari kamu atau dari raja.

Guru Oh…ohh

Dewa Kamu akan lihat sendiri nanti hasilnya. Raja, menteri dan kerajaannya akan hancur.

Guru Tersenyumhe..hee..

Dewa Kamu tersenyum, padahal kehidupanmu juga akan hancur.

Guru Hah…sambil bengong.

Dewa Tunggulah saatnya, bila kamu masih banyak berkongsi, menuntut yang terlalu, tapi kamu banyak meninggalkan padepokan dan menelantarkan murid-muridmu saat itulah kamu juga akan hancur

Guru kapankah datangnya kehancuran itu ? Dewa ! Dewa !

Sementara itu dewa menghilang entah kemana ? bersama terbitnya mentari

SELAMAT ULANG TAHUN PGRI

Kebersihan Mulut Ada yang muncul pada mulut kita,
Ada yang baik yang perlu disampaikan,
Terkadang bahasa kasar yang ingin kita ungkapkan,
Sampai kita lupa, bicara apa kita.
Pucuk bahasa, ungkapan yang ada pada akar bahasa.

Ada dimana akar bahasa kita ?


Selalu saja sibuk…., baru mau memasuki semester ganjil, sekolah pada sibuk mengadakan pelajaran tambahan yang disingkat LES.

untuk apa les tentu dong, agar siswa siswa peserta didiknya mendapat pelajaran lebih yang ujung-ujungnya diharapkan nilai-nilai yang di ujikan dapat bagus.

Tentu tidak semua pelajaran diharapkan nilainya bagus,,,, hanya pelajaran yang mau di UAN kan saja yang perlu bagus.
yang lainnya entahlah, apa perlu bagus atau tidak ?
Padahal banyak hal yang akan terpikirkan dengan adanya LES.

Pihak sekolah mencari stategi yang jitu,

Orang Tua mencari duit untuk bayar LES.

Peserta didik mencari waktu bermain.

Masyarakat mencari informasi yang banyak.

Pengambil kebijakan mencari cara untuk dapat prestise.

Aku sendiri mencari …. apa yang mereka cari.
Ah…inikan hanya tulisan iseng. siapa tahu ada yang iseng juga mengomentari…

Tidak pernah kita bayangkan, banyak siswa yang mempunyai karakter ganda dalam dirinya. … Bagaimana bisa begitu ?

Orang tua, masyarakat atau siswa itu sendiri pada waktu memasuki sebuah lembaga pendidikan sebut saja sekolah, kebanyakan memilih gedung yang megah, murid yang banyak, nilai-nilai yang baik, dengan harapan akan mudah meraih sesuatu yang lebih, kelak bila siswa sudah keluar dari lembaga pendidikan tersebut.

Pemaksaan diri, orangtua juga masyarakat menjadikan siswa lebih senang dan terbelit oleh suasana lingkungan yang serba berbau fisik. Tidak salah memang, hanya bila ini terus dilakukan maka akan banyak mengganggu stabilitas emosional dirinya.

Pada kenyataan, hidup tidak tergantung pada nilai-nilai yang serba fisik melainkan lebih banyak sentuhan emosional atau bahasa lainnya sentuhan ruhnya.

Tapi memang, lembaga pendidikan, orang tua juga masyarakat di sekitar sekarang kebanyakan, (tidak semua) menggenjot siswanya lebih pada oleh fisik.

Ini tentu tidak terlepas dari sistem yang tercipta entah diciptakan oleh pihak-pihak tertentu, mari kita amati banyak pendidikan sudah keblinger dengan keahliannya sebagai pendidik, yang bukan pendidik pun ikut-ikut pula merencanakan pendidikan, entah apa yang ingin di gapai oleh mereka ? entahlah…. yang jelas karekter yang terbentuk oleh siswa peserta didik menjadi ganda, mungkin saja esok, atau entah kapan karakter ganda tersebut mungkin bukan ganda lagi tapi tiga, empat atau ribuan karakter yang terbentuk. sehingga jangan salahkan siswa bila suatu saat, kita akan menghadapi manusia-manusia yang susah di pegang jati dirinya…., apa itu mungkin, mari kita lihat esok..