DEWA MARAH PADA GURU   1 comment

Sang dewa tersenyum, ketika melihat para guru berkumpul mendiskusikan sesuatu hal yang dianggap penting oleh para guru.

Hasil keputusan dari diskusi ternyata guru membentuk satu kongsi dengan tujuan mewadahi aspirasi para guru.

Selang beberapa dekade para guru menuntut kesejahteraan para guru, hal tersebut disampaikan pada pihak kerajaan.

Sang Raja dan para menteri hanya menganggukan kepala tanda setuju pada para guru, persetujuan itu diberikan karena para menteri juga banyak yang berasal dari guru.

Selang beberapa tahun para guru mulai menikmati hasil kesepakatan itu, walau belum banyak tapi kesejahteraan para guru mulai meningkat, hal itu bisa dilihat dari banyaknya orang yang ingin menjadi guru.

Jiwa-jiwa guru sudah mulai haus akan kesejahteraan fisik. Sementara kesejahteraan hati, masih mereka cari.

Saking sibuknya guru berkongsi. Mereka banyak yang lupa pada murid-muridnya.

Muridpun mulai melupakan guru, hasil akhir banyak yang tidak ingin lagi berguru dipadepokan guru yang sibuk berkongsi ria. Hal itu bukan berarti padepokan kosong, tapi tujuan para murid sudah berlainan, ada yang hanya memanfaatkan padepokan untuk tempat bermain, ada yang menjadikan padepokan untuk prestise pribadi, ada yang menjadikan padepokan dari pada tidak ada pekerjaan, ada pula padepokan hanya untuk menitipkan diri sang murid dari orang tuanya, dan yang lebih banyak lagi banyak murid yang berkeliaran dijalan.

Raja bingung dan memanggil para menteri,

Raja Kenapa kok di dalam dan disekitar kerajaan banyak orang bodoh ?

Menteri Apa raja melihat seperti itu ?

Raja dimana para guru ? Apa mereka tidak melihat di sekitar kerajaan ?

Menteri para guru ada kok! Apakah guru tahu tentang kehidupan disekitar kerajaan, nah soal itu saya sebagai menteri tidak tahu raja.

Raja Menteri dan guru kok sama saja, tidak peduli lagi sama kehidupan di sekitar kerajaan..

Menteri hem…hemmm

Raja Kalian para menteri harus ingat, bahwa kemajuan dan kehancuran kerajaan ini banyak ditentukan para guru tau.

Menteri hem…hemmm.

Raja Sudahlahsaya cape, gimana nanti aja ke langsungan kerajaan ini. Biar sang dewata yang menentukan.

Ada seorang guru yang kebetulan melihat dewa.

Guru Dewa kenapa senyum-senyum ?

Dewa Aku sedang mempermaikan kamu-kamu sebagai guru

Guru Apa yang dipermainkan ?

Dewa Karena ulah mu, kamu ingin sejahtera, tapi kamu banyak meninggalkan kewajibanmu sebagai guru.

Guru Hem…he..

Dewa Padahal kedudukan kamu sebagai guru sangat tingggi di mata Ku.

Guru Hem…he..hee

Dewa Kesejahteraan itu datangnya dari Ku, bukan dari kamu atau dari raja.

Guru Oh…ohh

Dewa Kamu akan lihat sendiri nanti hasilnya. Raja, menteri dan kerajaannya akan hancur.

Guru Tersenyumhe..hee..

Dewa Kamu tersenyum, padahal kehidupanmu juga akan hancur.

Guru Hah…sambil bengong.

Dewa Tunggulah saatnya, bila kamu masih banyak berkongsi, menuntut yang terlalu, tapi kamu banyak meninggalkan padepokan dan menelantarkan murid-muridmu saat itulah kamu juga akan hancur

Guru kapankah datangnya kehancuran itu ? Dewa ! Dewa !

Sementara itu dewa menghilang entah kemana ? bersama terbitnya mentari

SELAMAT ULANG TAHUN PGRI

Posted 7 Desember 2007 by Pucuk in Artikel

One response to “DEWA MARAH PADA GURU

Subscribe to comments with RSS.

  1. Iya,,, kalau lihat kenyataan. mungkin benar juga tuh dewanya marah sama kita-kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: