JANGAN MERASA   Leave a comment

Begitu banyak terpanjatkan doa oleh orang,

begitu banyak orang kumpul untuk mengkaji,

begitu banyak orang membicarakan hal tentang hidup.

Pagi pagi kulihat orang sibuk menginjak rem dan menari gas untuk cepar sampai tujuan, kakipun dilangkahkan untuk mencapai harapan.

Siang hari berlomba mencari pengganjal perut, yang susah cari yang murah, yang senang cari yang nyaman, semua menginginkan tujuannya tercapai.

Sore hari, semua berlomba pulang, lelah, capek tak peduli orang lain, yang penting sampai rumah secepat-cepatnya.

Tiba dirumah, buka sepatu, buka TV ingin melihatkehidupan orang, makan sedikit kasur dan guling sudah menanti.

Hari demi hari terus bergulir seiring waktu, terus…..terus dan terus….

kita lelah dan kalah…..

Doa, kumpul, falsafah hidup hanya ada di bibir saja.

Pernahkah kita merasakan ? atau kita ini hanya merasa ?

Kalau kita merasakan tentu kita akan kalah dan akan kalah lagi, kecuali kita bisa memikirkan perjalannan kita dan berusaha merasakannya.

Yang tidak enak kita singkirkan dan yang enak kita pertahankan, sehingga kita dapat merasakan apa yang kita pikirkan.

Kalau kita hanya merasa bisa merasakan, kita harus yakin bahwa sebenarnya kita belum bisa merasakan.

Jangan kita merasa bisa, tapi jadilah orang yang bisa merasakan.

Posted 30 Oktober 2008 by Pucuk in Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: