Simbol Negara Part 6 – Bahasa Negara   Leave a comment

Bahasa Negara




Bahasa Indonesia

Dasar hukum:
– UUD 1945, Pasal 36
– UU No. 24 Tahun 2009

Beragamnya bahasa di dunia menjadikan bahasa sebagai suatu identitas sebuah bangsa. Di Indonesia sendiri, terdapat ratusan bahasa yang digunakan penduduk. Karena itu dipilihlah sebuah bahasa, yakni Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa resmi, serta bahasa persatuan.

Pemilihan Bahasa Indonesia didasarkan pada Sumpah Pemuda pada tahun 1928, ketika para pemuda berikrar untuk menjunjung tinggi Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia dipilih dikarenakan selain banyak diucapkan oleh masyarakat, bahasa ini juga yang paling banyak memiliki hubungan kerabat dengan bahasa daerah lainnya. Inilah sebabnya bukan Bahasa Jawa yang dipilih, meskipun penuturnya juga sangat banyak.

Dari sisi linguistik Bahasa Indonesia berakar pada Bahasa Melayu, Melayu Riau pada khususnya. Bahasa Melayu ini kemudian berkembang di Indonesia dengan berbagai serapan terutama dari Bahasa Jawa, Sansekerta, dan juga Bahasa Belanda sehingga berkembang menjadi Bahasa Indonesia yang dikenal sekarang.

Bahasa Indonesia sendiri pertama kali dibakukan oleh ahli bahasa dari Belanda, Charles van Ophujisen pada tahun 1901 dengan dikeluarkannya Kitab Logat Melajoe, dan kemudian diteruskan dengan buku Tata Bahasa Melajoe pada tahun 1910. Kemudian, pembakuan kedua dilakukan oleh Menteri Pengadjaran Soewandi pada tahun 1947, dikenal dengan sebutan Edjaan Soewandi atau Edjaan Republik. Pembakuan terakhir yang digunakan hingga sekarang adalah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1972.

Posted 13 Mei 2012 by Pucuk in Kebangsaan

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: