Jujur tidak selalu menyenangkan   Leave a comment

Jujur adalah mata uang yang berlaku dimana-mana, itu pepatah dulu yang sering diucapkan orang-orang tua. Kalau tidak percaya Tanya orang tua aja….he….he…

Gema duduk sama aji di sekolahnya. Suatu ketika aji bertanya pada gema

Aji : gema aku ini pintar matematika yah,

Gema : Iyah  kamu pintar (padahal dalam hati gema berkata, pintar apanya si aji wong nilai matematikanya aja pada jelek).

Aji : Makasih gema, kamu memang teman aku yang baik…..sambil tersenyum aji meninggalkan gema dengan perasaan gembira.

Pada saat yang lain, Neni teman gema memecahkan pot kembang yang ada di kelasnya.

Ibu guru masuk dan bertanya. Siapa yang sudah memecahkan pot kembang ini ?

Semua murid pada diam, tidak ada yang menjawab…

Ibu guru bertanya lagi siapa yang sudah memecahkan pot kembang ini ? semua murid diam seribu bahasa.

Ibu guru mulai marah, bila kalian tidak ada yang mengaku, Ibu tidak akan mengajar di kelas ini.

Semua murid saling pandang.

Gema akhirnya memberanikan diri bertanya sama Ibu guru. Bu bila saya kasih tahu apakah ibu akan memarahi teman saya yang sudah memecahkan pot kembang tersebut ?

Ibu guru : Ayo gema, katakan saja siapa yang sudah memecahkan pot kembang tersebut, Ibu tidak akan marah…..

Gema : Janji yah bu….

Ibu guru : yah ibu janji….

Dalam hati gema bila ibu guru tidak dikasih tahu pelaku yang memecahkan pot kembang tersebut nanti semua kelas akan rugi, karena Ibu guru tidak mau ngajar di kelas kita lagi.

Ibu guru : Ayo gema, siapa ???

Gema : Tadi waktu istirahat saya melihat teman-teman sedang berlatih senam. Tanpa disengaja neni menabrak pot kembang tersebut, akhirnya pot tersebut pecah. Itu neni lakukan dengan tidak sengaja bu (gema berusaha membela neni)

Ibu guru : Neni….sambil membentak, ikut ibu ke-ruang guru…

Tidak lama kemudian neni balik kekelas lagi, sambil menangis. Gema mendekati neni.

Belum sampai menyapa neni dimajanya, neni sudah marah-marah sama gema….

Dasar kamu gema….aku jadi dimarahin ibu guru, ditambah aku harus mengganti pot kembang tersebut.

Dari mana aku membeli pot tersebut, ayah aku aja sekarang ini pengangguran.

Neni terus ngomel @###%%##**wk..kdk…

Gema jadi bengong…..ini kah arti sebuat kejujuran ??? neni membenci aku , teman-teman juga banyak yang menyalahkanku….

Ternyata untuk jujur kita harus melihat situasi dan kondisi, juga kepada siapa kita harus jujur.

Apakah jujur  seperti itu !!!………..tt

Posted 18 Oktober 2012 by Pucuk in Coretan, Renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: