Kerja Keras Tidak Selalu Signifikan Dengan Penghasilan Besar   Leave a comment

Banyak orang menyangka, dengan kerja keras akan banyak menghasilkan uang.

Padahal di lihat pada kehidupan sehari hari, tidak seperti  itu.

Yudi seorang tukang batu, tiap hari beliau pergi kesungai.

Dengan berbekal kapak, palu yang 5 kg dan sebuah pancir (pahat)  yudi memulai aktivitas disungai jam 06.00. Yudi mengayunkan palunya dan memasang beberapa buat pancir di batu sungai yang besar.

Jam 11.30 yudi istirahat, sambil melahap makanan yang di bawa dari rumahnya, sesekali yudi menyeka keringatnya karena asiknya makan yang disantapnya.

Selesai makan, memandang batu-batu yang tadinya bulat sekarang sudah pecah-pecah menjadi batu berukuran kecil, sambil mengisap rokok kretek  yang sedang dinikmatinya .

Jam 13.00 Yudi mulai lagi bekerja , mengangkut batu-batu tersebut ke atas sungai. Sambil merapihkan batu-batu itu menjadi bentuk balok dengan ukuran 0.5 m x 1 m x 3 m.

Sore harinya Jam 16.00 yudi sudah menerima uang hasil penjualan batu tersebut . sambil membantu kenek truk menaikan batu-batu tersebut ke atas truk yudi mulai tersenyum. Karena dikantongnya sudah ada uang, untuk di bawa kerumah.

Pekerjaan itu sudah lama Yudi lakukan, dari masih bujang sampai sekarang Yudi mempunyai cucu 8 orang.

Rumah yang ditempatinya jauh dari kesederhanaan, malah boleh dibilang miskin.

Tapi mimik muka Yudi sangat cerah, Raut mukanya sangat puas dengan kerjaan yang baru Yudi lakukan.

Yudi adalah pekerja keras…..dari  pagi hingga petang.

Hasil yang didapat banyak dia syukuri.

Beda dengan Joko yang duduk santai di sebuah show room mobil.

Joko datang jam 10.00, tiba-tiba ada seseorang datang….

Joko : ada yang bisa dibantu Bu ? (Yang  datang tersebut  diketahui  bernama ibu Ella yang mau membeli mobil bekas di showroom tempat Joko jadi makelar)

Ella : mau lihat-lihat dulu mas….

Joko : silahkan bu…..sambil terus mengawal bu ela melihat, mencoba beberapa mobil.

Jam 12.00 terjadi trasaksi antara bu Ella dan pemilik mobil, Joko terus menguping dan mengamati dengan serius percakapan mereka. Akhirnya jabat tangan pun terjadi…..deallll

Joko bersyukur….2.5 % dar pemilik showroom dan uang Tip dari bu Ella sudah ada di pelupuk mata….

Joko tersenyum…..lumayan komisinya. Joko menggeluti jadi makelar mobil dari masih bujang, sekarang joko sudah punya cucu 10.

Rumah, kendaraan, yang dimilikinya bukan termasuk keluarga sederhana, tapi lebih tepat sangat berkecukupan….

Banyak fakta Yudi bekerja keras, Joko sangat santai.

Hasilnya sangat berbeda…..

Apa yang sama dikeduanya ????

dan Apa yang beda di keduanya.

Mereka sama-sama bersyukur dengan senyum dan mimik muka yang berseri-seri.

Bedanya, hanya penghasilan dan kerja keras meraka….

Apa yang Tuhan nilai pada meraka ?

Apa pula penilaian manusi pada mereka ?

#@%%%$$#@**** kembali pada kita.

Posted 19 Oktober 2012 by Pucuk in Coretan, Renungan

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: