
Buah sirsak
Sirsak
(Annona muricata, Linn. (Latin))
Familia :
Annonaceae
Uraian :
Sirsak (Annona muricata) berupa tumbuhan atau potion yang berbatang utama berukuran kecil dan rendah. Daunnya berbentuk bulat telur agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat. Tetapi untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan besar-besar, maka yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut. Nama Sirsak itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang kuranglebih berarti kantung yang asam. Buah Sirsak yang sudah masak lebih berasa asam daripada manis. Pengembangbiakan sirsak yang paling baik adalah melalui okulasi dan akan menghasilkan buah pada usia 4 tahunan setelah ditanam.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Sirsak (Indonesia) Nangka sabrang, Nangka landa (Jawa) Nangka Walanda, Sirsak (Sunda) Nangka buris (Madura) Srikaya jawa (Bali) Deureuyan belanda (Aceh) Durio ulondro (Nias) Durian batawi (Minangkabau) Jambu landa (Lampung) Langelo walanda (Gorontalo) Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang) Wakano (Nusa Laut) Naka walanda (Ternate) Naka (Flores) Ai ata malai (Timor)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Pemanfaatan :
Khasiat dan manfaat untuk pengobatan:
Ambeien
Bahan: buah sirsak yang sudah masak;
Cara membuat: diperas untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas;
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Sakit Kandung Air Seni
Bahan: buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya;
Cara membuat: semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak;
Cara menggunakan : dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
Bayi Mencret
Bahan: buah-sirsak yang sudah masak;
Cara membuat: buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya;
Cara menggunakan : diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.
Anyang-anyangen (sering kecing tetapi sedikit dan terasa sakit)
Bahan: sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya;
Cara membuat: sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas; Cara menggunakan : disaring dan diminum.
Sakit Pinggang
Bahan: 20 lembar daun sirsak;
Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas;
Cara menggunakan : diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
Bisul
Bahan: daun sirsak yang masih muda secukupnya;
Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah 1/2 sendok air, diaduk sampai merata;
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian bisul.
Komposisi :
Sirsak (Annona muricata) pada setiap 100 gramnya mengandung nilai kalori sebanyak 65 kalori, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 16,3 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 27 miligram, besi 0,6 miligram, vitamin A 10 SI, vitamin B, 0,07 miligram, vitamin C 20 miligram dan zat air 81,7 persen. Di samping itu, pada bagian daun clan batangnya mengandung unsur senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alakaloid murisine.
sumber : http://www.iptek.net.id
Familia :
Oxalidaceae
Nama Lokal :
Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);
Uraian :
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuiuh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat teiur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelornpok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bungs kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.
KEGUNAAN:
Bunga:
- Batuk.
- Sariawan (stomatitis)
Daun:
- Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
- Rematik.
Buah:
- Batuk rejan.
- Gusi berdarah, sariawan.
- Sakit gigi berlubang.
- Jerawat. Panu.
- Tekanan darah tinggi.
- Kelumpuhan.
- Memperbaiki fungsi pencernaan.
- Radang rektum.
PEMAKAIAN:
Untuk minum: Lihat resep.
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.
CARA PEMAKAIAN:
1. Pagel linu:
1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh,
15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.
Lumurkan ketempat yang sakit.
2. Gondongan:
10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang
merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat
yang sakit.
3. Batuk pada anak.
Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula
secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah
dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
pagi dan malam sewaktu perut kosong.
4. Batuk:
25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari
kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4
genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun
inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong
seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
Sehari 3 kali 3/4 gelas.
5. Batuk rejan:
a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,
diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,
lakukan 2 kali sehari.
b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.
6. Rematik :
a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji
merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya
sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
ketempat yang sakit.
b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca
L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk
halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan
1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok
dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
7. Sariawan:
a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan
1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,
dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.
c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang
muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari
pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok
makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk
mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.
8. Jerawat:
a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,
diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka
yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari,
b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,
digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang
berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.
9. Panu:
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur
sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai
untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.
10. Darah tinggi.
a. 3 buah
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Kolesterol, Hipertensi;
sumber : http://www.iptek.net.id
Belimbing wuluh atau disebut juga belimbing sayur, belimbing asam atau belimbing buluh dengan nama latin Averrhoa bilimbi merupakan tanaman yang mempunyai buah berasa asam yang kaya khasiat sering digunakan sebagai bumbu sayuran atau campuran jamu.
Belimbing wuluh atau belimbing sayur diduga berasal dari kepulauan Maluku dan kini tersebar ke seluruh Indonesia dan negara-negara sekitar seperti Filipina, Myanmar, dan Srilanka.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dikenal dengan berbagai daerah dengan nama yang berbeda, seperti: limeng, selimeng (Aceh), Selemeng (Gayo), asom belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias), balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), balimbing (Lampung), belimbing wuluh (jawa), calincing wulet (Sunda), bhalingbhing bulu (Madura).
Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang ternyata kaya khasiat
Juga disebut blimbing buloh (Bali), limbi (Bima), libi (Sawu), balimbeng (Flores), belerang (Sangi), lumpias, rumpeasa dureng, wulidan, lopias, lembetue (Gorontalo), bainang (Makasar), calene (Bugis), takurela (Ambon), kerbol (Timor), malibi (Halmahera), uteke (Papua). Dalam bahasa Inggris dikela sebagai cucumber tree atau bilimbi. Sedangkan dalam bahasa latin disebut Averrhoa bilimbi.
Ciri-ciri pohon. Pohon belimbing wuluh kecil setinggi sekitar 10 meter dengan diameter pangkal batang mencapai 30 cm. Batangnya bergelombang dan tidak rata.
Daun belimbing sayur merupakan daun majemuk sepanjang 30-60 cm dengan 11-45 pasang anak daun. Anak daun berwarna hijau, bertangkai pendek, berbentuk bulat telur hingga jorong dengan ujung agak runcing, pangkal membulat, tepi daun rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm.
Belimbing wuluh mempunyai bunga majemuk yang tersusun dalam malai, berkelompok. Bunga belimbing asam, seperti buah kepel, tumbuh keluar dari batang atau percabangan yang besar. Buah belimbing buluh berupa buni berbentuk lonjor bersegi, dengan panjang 4-6 cm. Buahnya berwarna hijau kekuningan, berair dan jika masak berasa asam.
Manfaat. Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dapat dimanfaatkan sebagai sirup, bumbu masakan atau sayur, membersihkan noda pakaian, mengkilatkan barang-barang dari kuningan, dan sebagai bahan obat tradisional.
Selain buah, daun dan batangnya juga bisa dijadikan campuran obat. Ini lantaran beberapa zat kimia yang terkandung pada tanaman seperti sponin, tanin, glucoside, kalsium oksalat, sulfur, asal format, dan peroksidase yang terkandung pada batang belimbing wuluh. Juga tanin, sulfur, asal sulfat, peroksidase, kalsium oksalat dan kalium sitrat pada daunnya. Sedangkan buah belimbing wuluh sendiri berkhasiat sebagai analgesik, dan diuretik.
Bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dapat digunakan sebagai obat sariawan dan batuk. Sedangkan daunnya dapat mengobati perut sakit, gondong (parotitis), tekanan darah tinggi, dan rematik.
Buah belimbing wuluh berkhasiat sebagai obat tradisional untuk batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, gangguan pencernaan, dan radang rektum.
Sayangnya saya bukan ahli di bidang obat-obatan sehingga khasiat belimbing wuluh sebagai obat tradisional tidak dapat saya uraikan secara detail. Yang saya ketahui, tumbuhan dengan nama latin Averrhoa bilimbi ini, yang konon merupakan tumbuhan asli Indonesia, ternyata tidak dapat dianggap sepele.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Oxalidales; Famili: Oxalidaceae; Genus: Averrhoa; Spesies: Averrhoa bilimbi. Nama Indonesia: belimbing wuluh, belimbing sayur, belimbing asam.
Referensi: http://www.iptek.net.id; commons.wikimedia.org (gambar)
Kadang kita perlu untuk menamai tanaman yang sering kita lihat sehari-hari, tahu tanamannya tapi tidak tahu namanya apalagi nama latinya.
di bawah ini nama-nama tanaman yang sering kita jumpai
| A. Jenis rumput, lumut dan penutup tanah (ground covers) |
| NAMA LATIN |
NAMA LOKAL |
| Adiantum cuneatum |
Suplir |
| Adiantum raddianum |
Suplir |
| Adiantum capillus-veneris |
Suplir daun lebar |
| Aegopodium podagraria variegatum |
Terang bulan |
| Aglaonema picta |
Beras tumpah |
| Aglaonema commutatum |
Sri rejeki |
| Agrostis stolonifera |
Rumput peking |
| Althenanthera ficoides |
Krokot hijau |
| Althenanthera amoena |
Krokot kriminil |
| Anthurium crystallinum |
Kuping gajah |
| Anthrium scherzerianum |
Anthurium kembang merah |
| Asparagus sprengeri |
Krisdoren |
| Aspidistra elatior |
Aspidistra |
| Axonopus compressus |
Rumput pahitan |
| Billbergia nutans |
Nanas-nanasan |
| Calanchoe pinnata |
Cocor bebek |
| Chlorophytum comosum |
Liliparis |
| Crassula arborescens |
Karsula/katis daun picisan |
| Cypereus alternifolius |
Rumput payung |
| Episcia fulgida |
Jenggot musa |
| Episcia cupreata |
Daun tembaga |
| Eraqrortis |
Rumput golf |
| Platycerium sp |
Simbar menjangan |
| Rhoe discolor |
Nanas kerang |
| Sanseviera trifasciata laurentii |
Lidah mertua/strip kuning |
| Sanseviera trifasciata craigii |
Lidah mertua/abu-abu |
| Sanseviera trifasciata hanii |
Lidah mertua/pendek abu-abu |
| Sanseviera trifasciata aurea hehnii |
Lidah mertua/pendek strip kuning |
| Sainpaulia ionantha |
African violet/viotjces |
| Saxifraga stolonifera |
Strawberry geranium |
| Selaginella apoda |
Lumut varen/lumut payung |
| Selaginella paxii |
Lumut rumput |
| Solanum capsicastrum |
Cabe hias |
| Strobilanthes dyerianus |
Daun samarinda |
| Tradescantia albiflora |
Rumput yahudi |
| Verbena laciniata/bipinnativida |
Verbena |
| Wedelia trilobata |
Wedelia |
| Zebrina pendula |
Sebrina |
| Zoysia matrella |
Rumput manila |
| B. Tanaman Border yang Berdaun Indah |
| Aloe arborescens |
Lidah buaya |
| Alocasia macroryza |
Talas besar/belang putih |
| Aphelandra squarrosa |
Daun sebra |
| Arundo donax |
Glagah putih |
| Aucuba japonica |
Acuba jepang |
| Begonia argentea-guttata |
Bagonea/daun lebar berbintik |
| Begonia rex |
Begonia/daun antik |
| Begonia ricinifolia |
Begonia/daun hijau tua |
| Begonia semperflorens |
Begonia/daun bergaris putih |
| Caladium bicolor |
Keladi dua warna |
| Caladium hortulanum |
Keladi batik |
| Calathea lancifolia |
Meranta pedang |
| Codiaeum variegatum |
Puring |
| Coleus hybridus |
Jawer kotok/miana |
| Cordyline terminalis |
Andong istambul |
| Costus speciosus |
Pacing putih |
| Crassula argentea |
Krasula |
| Crossandra undulifolia |
Rosindah |
| Dieffenbachia alba |
Blanceng putih |
| Dieffenbachia amoena |
Blanceng besar |
| Dieffenbachia exotica |
Blanceng beras tumpah |
| Dieffenbachia picta |
Blanceng bintuk-bintik |
| Dracaena fragrans |
Andong hijau strip kuning |
| Dracaena godseffiana |
Andong bentik-bintik emas |
| Dracaena marginata |
Andong coklat pi8nggir merah |
| Dracaena sandersii |
Sugi putih |
| Ehretia microphylla |
Ehresia |
| Eunimus japonicus |
Yonimus jepang |
| Euphorbia pulcherrima |
Eporbia/poinsetia |
| Excoecarya coccichinesis |
Samjbang darah |
| Gardenia jasminoides |
Kaca piring |
| Heliconia bihai |
Pisang bugis |
| Heliconia collinsiana |
Pisang hawai/bunga gantung |
| Heliconia wagneriana |
Pisang hawai/bunga tegak |
| Iresine herbstii |
Bayem merah |
| Ixora coccinea |
Soka besar/soka kecil |
| Ixora javanica |
Soka besar |
| Jasminum grandiflorium |
Melati menur |
| Jasminum multiflorium |
Melati gambir |
| Jasminum sambac |
Melati |
| Kalanchoe pinnata |
Cocor bebek |
| Malphigia coccigyera |
Mirten |
| Nothophanax fruticosum |
Kedondong laut |
| Nothophanax scutelarium |
Daun mangkokan |
| Pandanus amaryllifoliud |
Pandan wangi |
| Phylodendron bipinatividium |
Dendron/daun agak lembek |
| Phylodendron gigantea |
Dendron raksasa |
| Phylodendron selloum |
Dendron/daun kekar |
| Polyscias balfouriana ‘peacockii’ |
Kedondong merak |
| Pleomele reflexa ‘song of india’ |
Andong antik/song of india |
| Pleomele reflexa |
Andong Malaysia |
| Pseuderanthemum reticulatum |
Melati jepang |
| Serissa poetica |
Mirten daun kecil |
| Solanum mammosum |
Terong susu |
| Solanum pseudo-capsicum |
Cabe hias |
| Strelizia reginae |
Pisang bunga surgawi |
| Strobilanthes dyerianus |
Daun Samarinda |
| Yatropa padagrica |
Jarak hias |
| C. Tanaman Border yang berbunga indah |
|
| Althea rosea |
Stokrosea |
| Aster multiflorius |
Aster |
| Canna hortensis |
Kana bunga tasbeh |
| Canna indica |
Kana |
| Celosia plumosa |
Kembang jengger |
| Chrysanthemum sp |
Krisan/seruni |
| Coreopsis maritima |
Kembang goyang |
| Coreopsis grandiflorium |
Koreopsis |
| Coreopsis candatus |
Kembang kenikir |
| Coreopsis asiaticum |
Bakung |
| Dahlia sp |
Dahlia |
| Dianthus caryophyllus |
Anyelir |
| Euphorbia splendens/milli |
Mahkota duri |
| Epiphyllum grandiflorium |
Ratu Malam |
| Geranium sp |
Geranium |
| Gladiolus hybridus |
Radiul |
| Gomphrena globosa |
Kembang gundu |
| Graptophylum pictum |
Melati jepang |
| Haemanthus katherinae |
Bunga desember |
| Hellianthus annus |
Bunga matahari |
| Hellichrysum barcteatum |
Kembang kering |
| Hibiscus coccineus |
Kembang sepatu/merah |
| Hibiscus mutabilis |
Kembang sepatu |
| Hibiscus rosa-sinensis |
Kembang sepatu/merah |
| Hibiscus schizopetalus |
Kembang sepatu/bunga tergantung |
| Hibiscus syriacus |
Mawar saron/ungu |
| Hippeastrum hybrida |
Amarillis |
| Hyacianthus orientalis |
Hiasin |
| Hydrangea macrophylla |
Panca warna/pancaroba |
| Impatiens balsamina |
Pacar air |
| Lagerstroemia indica |
Bungur sakura |
| Mirabilis jalapa |
Bunga pukul empat |
| Moussaenda erythrophylla |
Nusa Indah Merah Tua |
| Moussaenda heterophylla |
Nusa Indah Merah Jambu |
| Moussaenda philipica |
Nusa Indah Putih |
| Nicolaia speciosa |
Honje |
| Phlox drummondii |
Bunga flox |
| Pittosporum tobira |
Kamboja jepang |
| Polianthes tuberosa |
Sedap malam |
| Rhodendron obtusum |
Azalea |
| Rosa hybrida |
Mawar/bunga ros |
| Salvia splendens |
Salvia |
| Sinningia speciosa |
Gloksinia |
| Spathoglottis affinis/plicata |
Anggrek tanah |
| Tagetes erectus |
Kembang kenikir |
| Vinca rosea |
Tapak dara |
| Zephyranthes candida |
Lili kucai |
| D. Perdu dan Pohon berbunga indah |
|
| Amhertsia nobilis |
Bunga sapu tangan |
| Bauhinia monandra |
Daun kupu-kupu/kuning |
| Bauhinia monandra |
Daun kupu-kupu/merah jambu |
| Bougainvillea glabra |
Bugenvil/daun lebar |
| Bougainvillea hybridia |
Bugenvil ‘hawaii’ |
| Bougainvillea spectabilis |
Bugenvil |
| Brunfelsia uniflora |
Melati kosta |
| Caesalpinia pulcherrima |
Kembang merak |
| Calliandra haematona |
Kaliandra/merak |
| Calliandra haematocephalus |
Kaliandra ‘Powder puff’ |
| Canaga ordorata |
Kenanga |
| Cassia alata |
Ketepeng |
| Cassia fistula |
Hujan emas |
| Cassia multijuga |
Hujan emas/seperti flamboyan |
| Delonix regia |
Flamboyan |
| Eryntrina acanthocarpa |
Dadap bunga merah putih |
| Erythrina crista-galli |
Dadap hijau/bunga merah |
| Erythrina indica |
Dadap hitam/bunga merah tua |
| Erythrina parcellii |
Dadap daun strip/bunga merah |
| Gardenia jasminoides |
Kaca piring |
| Hibiscus rosa-sinensis |
Kembang Sepatu |
| Ilex cornuta |
Buah kerendang |
| Ixora indica/javanica |
Soka besar/jawa |
| Jacaranda filicifolia |
Jakaranda/kembang ungu |
| Lagerstroemia indica |
Bungur sakura |
| Lagerstroemia speciosa |
Bungur besar |
| Magnolia grandiflora |
Magnolia/bunga besar |
| Maniltoa gemipara |
Daun sapu tangan |
| Mimosa pulcherrima |
Mimosa daun perak |
| Nerium oleander |
Oleander/bunga mentega |
| Ochna kirkii |
Mung-mei |
| Peltophorum pterocarpus |
Kayu soga/kembang kuning |
| Plumeria indica |
Kamboja putih |
| Plumeria rubra |
Kamboja merah |
| Pittosporum tobira |
Kamboja jepang |
| Pisonia sylvestrys var. alba |
Kol banda |
| Schefflera actynophylla |
Ramugiling/walisongo |
| Spathodea campanulata |
Kembang kecrutan/angsret |
| E. Pohon Peneduh Jalanan |
|
| Accasia auriculiformis |
Akasia |
| Adenanthera pavonina |
Pohon saga |
| Canarium commune |
Kenari |
| Ficus benyamina |
Beringin |
| Ficus elastica |
Karet kerbau |
| Ficus retusa |
Beringin jenggot |
| Filicium decipiens |
Kerai payung |
| Khaya senegalenses |
Pohon kaya |
| Kigelia pinnata |
Atamimi/sosis besar |
| Mimusops elengi |
Tanjung |
| Muntingia callabura |
Pohon Talok |
| Polyathea longifolia |
Glodogan |
| Pterocarpus indicus |
Angsana |
| Salix babylonica |
Yang liuh |
| Samanea saman |
Trembesi |
| Swietenia mahagoni |
Mahoni |
| Tamarindus indicus |
Asem |
| Terminalia catappa |
Ketapang |
| F. Tanaman Merambat/Pergola |
|
| Alamanda cathartica |
Alamanda |
| Antigonon leptotus |
Air mata pengantin |
| Asparagus plumosus |
Asparaga |
| Bougainvillea spectabilis |
Bugenvil |
| Clerodendron thomsonae |
Nona makan sirih |
| Cissus discolor |
Perambat lurik |
| Coccigyera hookerii |
Daun markisa |
| Congea velutina |
Kongea |
| Fuchsia hybrida |
Fuhsia |
| Hedera helix |
Bintang terang |
| Hoya carnossa |
Hoya |
| Muccuna bennetii |
Bunga irian/merah |
| Muccuna sylvestrys |
Bunga irian/putih |
| Passiflora caerulea |
Markisa |
| Petrea volubilis |
Petrea |
| Quamoclit pinnata |
Sangga langit |
| Scindapsus aureus |
Sirih gading |
| Stephanotis floribunda |
Stepanut |
| Strongilodon macrobotrys |
Bunga irian/biru |
| G. Tanaman Pagar |
|
| Acalypha hispida |
Akalipa buntut kucing |
| Acalypha wilkesiana |
Akali[a daun merah/coklat |
| Bambusa multiplex |
Bambu cina |
| Ehretia sp |
Ehresia/serutan |
| Malphigia coccigera |
Teh-tehan |
| Murraya panniculata |
Kemuning |
| Nothopanax fruticosum |
Kedondong laut |
| Nothopanax scutelarium |
Mangkokan |
| Pluchea indica |
Beluntas |
| H. Keluarga Nanas-nanasan/Bromeliade |
|
| Aechmea fasciata |
Ehmea hijau abu-abu |
| Aechmea fulgens |
Ehmea hijau balik merah |
| Aechmea macracantha |
Ehmea merah gelap |
| Aechmea miniata discolor |
Ehmea bunga jail merah ungu |
| Aechmea rhodocyanea |
Ehmea berbunga indah |
| Aechmea bracteata ‘Striata’ |
Nanas samarinda |
| Ananas comosus |
Nanas buah |
| Billbergia nutans |
Nanas pandan |
| Cryptanthus acaulis |
Kriptantus hijau |
| Cryptanthus bahianus |
Kriptantus lidah buaya |
| Cryptanthus bromelioides |
Kriptantus hijau strip putih |
| Cryptanthus bivittatus minor |
Kriptantus coklat strip |
| Cryptanthus fosterianus |
Kriptantus tokek/abu-abu |
| Cryptanthus tricolor |
Kriptantus tri warna |
| Cryptanthus ‘It’ |
Kriptantus merah jambu strip |
| Cryptanthus zonatus |
Kriptantus tokek/kemerahan |
| Guzmania lingulata |
Nanas bunga merah |
| Guzmania Sanguinea |
Nanas hijau/bunga merah |
| Guzmania tricolor |
Nanas triwarna |
| Neoreglia cancentrica |
Hijau garis putih tengah merah |
| Neoreglia carolinae ‘tricolor’ |
Nanas triwarna tengah merah |
| Neoreglia tristis |
Nanas hias kecil/coklat ungu |
| Nidularium innocentii |
Nanas merah balik hijau |
| Nidularium striatum |
Hijau coklat strip putih |
| Tillandsia cyanea |
Nanas pandan/bunga udang |
| Vriesia carinata |
Nanas hias/bunga udang |
| Vriesia psittacina |
Nanas hias/bunga merah kuning |
| Vriesia splendens |
Nanas hias/bunga hijau belang |
| I. Keluarga Cemara |
|
| Araucarya exelsa |
Cemara norflok |
| Araucarya cunninghamii |
Arokarya daun tajam |
| Cassuarina equisettifolia |
Cemara angin |
| Cassuarina sumatrana |
Cemara bulu kasuari |
| Cupressus Africana |
Cemara natal |
| Cupressus papuana |
Cemara gembel |
| Cupressus semperfirens |
Cemara pecut |
| Juniperus chinensis |
Cemara cina |
| Juniperus chinensis ‘compacta’ |
Cemara cina kerdil |
| Juniperus communis hibernica |
Cemara lilin |
| Juniperus exelsa stricta |
Cemara bertajuk masif |
| Juniperus horizontolis plumose |
Cemara bulu rebah |
| Juniperus procumbens |
Cemara jepang |
| Juniperus Sabina temariscifolia |
Cemara buaya |
| Juniperus scopulorum |
Cemara kerucut |
| Pinus mercusii |
Pinus |
| Thuya orientalis aurena-nana |
Cemara kipas emas |
| Thuya occidentalis ‘bakers’ |
Cemara kipas |
| Thuya occidentalis ‘bonita’ |
Cemara karang |
| Thuya occidentalis globosa |
Cemara kubah |
| J. Kelaurga Palem |
|
| Actynophloesus macarthurii |
Palem jepang/kasar |
| Actynophloesus sanderianus |
Palem jepang/ramping |
| Actynophloesus catechu |
Jambe/pinang |
| Actynophloesus minahasa |
Jambe minahasa |
| Actynophloesus longressiana |
Jambe kerdil |
| Actynophloesus pinnata |
Aren/kawung |
| Borassus flabellifera |
Siwalan |
| Caryota mitis |
Sarai |
| Chamaedora elegans |
Palem cantik |
| Chrysalidocarpus lutescens |
Palem kuning |
| Cocos capitata |
Kelapa gading |
| Cocos nucifera |
Kelapa sayur |
| Cocos hybrida |
Kelapa genjah |
| Cycas revolute |
Sikas halus |
| Cycas rumphii |
Sikas kasar/haji |
| Cyrthostachys lakka |
Palem merah |
| Elaeis guinensis |
Kelapa sawit |
| Iguanura macrostacchya |
Pinang kera |
| Licuala grandis |
Palem payung |
| Licuala spinosa |
Palem payung berduri |
| Livistona rotundifolia |
Palem Sadeng |
| Livistona spinosa |
Palem jari |
| Oreodoxa regia |
Palem raja |
| Phoenix canariensis |
Phoenix |
| Phoenix dactylifera |
Kurma |
| Rhapis excels |
Palem weregu |
| K. Keluarga Bambu |
|
| Arundinaria japonica |
Bambu jepang |
| Bambusa arundiacea |
Bambu ori |
| Bambusa arundinacea |
Bambu pagar |
| Bambusa multiplex |
Bambu pagar/hidup |
| Bambusa vulgaris |
Bambu kuning |
| Bambusa vulgaris Schard |
Bambu tutul |
| Dendrocalamus asper |
Bambu betung |
| Gigantochloa apus |
Bambu tali |
| Gigantochloa atter |
Bambu hitam/wulung |
| Gigantochloa verticillata |
Bambu gombong |
| Phyllostacchys aurea |
Bambu emas |
| Thyrsostachys siamensis |
Bambu kuning/siam |
| L. Tanaman Air |
|
| Cabomba carolinianana |
Kabomba/ganggang halus |
| Ceratopteris thalicroides |
Paku air |
| Echinodorus intermedius |
Pedang amazon |
| Echornia crassipes |
Eceng gondok |
| Elodea densa |
Elodea |
| Fontinalis antipyretica |
Willow moss |
| Hydrilla verticillata |
Ganggang |
| Hydrocharis asiatica |
Sejenis kiapung |
| Ludwegia palustris |
Ludwegia |
| Myriophyllum verticillatum |
Ganggang buntut srigala |
| Nelumbium nellumbo |
Teratai |
| Nelumbo nucifera |
Padma |
| Nymphaea tetragona |
Teratai kecil |
| Potamogeton distinctus |
Lidah tiung |
| Valisneria asiatica |
Rumput sidat |
| Sagitta Sagittifolia |
Bia-bia |
| Typha latifolia/domingensis |
Tifa/lembang |
| Victoria regia |
Teratai nyiru |
| M. Pohon Buah-buahan |
|
| Achras zapota |
Sawo |
| Ananas comosus |
Nanas |
| Anacardium occidentale |
Jambu monyet |
| Annona muricata |
Sirsak |
| Annona squamosa |
Srikaya |
| Antidesma bunius |
Wuni |
| Artocarpus altilis |
Sukun/kluwih |
| Artocarpus heterophyllus |
Nangka |
| Artocarpus integer |
Cempedak |
| Averrhoa balimbi |
Blimbing sayur |
| Averrhoa carambola |
Blimbing manis |
| Bacaurea racemosa |
Menteng |
| Bouea macrophylla |
Gandaria |
| Carica papaya |
Pepaya |
| Citrus grandis |
Jeruk besar |
| Citrus japonica |
Kamkuat |
| Citrus limon |
Jeruk limau |
| Citrus medica |
Jeruk sitrun |
| Citrus nobilis |
Jeruk keprok |
| Citrus reticulate |
Jeruk mandarin |
| Citrus sinensis aurantium |
Jaruk manis |
| Citrullus lanatus |
Semangka |
| Cucumis mello |
Blewah |
| Cynometra cauliflora |
Nam-nam |
| Diospyros kauki |
Kesemek |
| Durio zibethinus |
Durian |
| Eugenia polycephala |
Gowok |
| Euphoria longan |
Lengkeng |
| Flacourtia inermis |
Lobi-lobi |
| Flacourtia rukam |
Rukem |
| Garcinia dulcis |
Mundu |
| Garcinia mangostana |
Manggis |
| Lansium domesticum |
Langsat/duku |
| Mangifera foetida |
Bacang |
| Mangifera indica |
Mangga |
| Mangifera odorata |
Kuweni |
| Mangifera kauki |
Sawo kecik |
| Musa acuminate |
Pisang |
| Nephelium appaceum |
Rambutan |
| Nephellium litchi |
Leci |
| Passiflora quadrangularis |
Markisa |
| Persea americana |
Alpokat |
| Prunus cerasus |
Buah ceri |
| Prunus domestica |
Buah prem |
| Prunus persica |
Buah persik |
| Psidium guajava |
Jambu biji |
| Punica granatum |
Delima |
| Pyurus communis |
Buah pir/eropa |
| Pyurus pyorofolia |
Buah pir/jepang |
| Salacca edulis |
Salak |
| Sandoricum koetjape |
Kecapi |
| Spondias dulcis |
Kedondong |
| Stelechocarpus burahol |
Burahol |
| Syzygium aquaeum |
Jambu air |
| Syzygium malaccense |
Jambu bol |
| Syzygium samarangense |
Jambu dersono |
| Vitis labrusca |
Anggur/amerika |
| Vitis vinifera |
Anggur/eropa |
Seorang murid baru sedang memperkenalkan diri di depan kelas.
Melin: “Hai semua… namaku Melin, rumahku jauh di sana.”
Bu guru: “Oh, Melin anak ke berapa?”
Melin: “Kalau dari ibu, saya anak pertama; kalau bapak, belum punya anak.”
Bu guru: “Lho, kok bisa begitu? Kan Melin anak bapak dan ibu?”
Melin: “Kata ibu aku dilahirkan ibu, sedang bapak tidak bisa melahirkan. Kasihan ya, Bu… bapak tidak bisa punya anak?”
Ada seorang Dokter senior dijuluki Dr.fear factor, karena setiap memberi pelajaran pada para calon dokter selalu menggunakan organ jantung busuk lengkap dengan belatung
Dokter : Pelajaran pertama, Seorang DOKTER TIDAK BOLEH JIJIK!
Lalu dokter mengaduk-ngaduk jantung tersebut dengan jarinya, kemudian menjilati jarinya. Langsung deh separuh calon dokter yang ikut pelajaran itu pada muntah.
Dokter : Nah sekarang, semuanya lakukan seperti yang saya lakukan tadi! dengan terpaksa para calon dokter melakukannya dan semuanya muntah karena tidak tahan.
Dokter : Sekarang, pelajaran kedua, Seorang DOKTER HARUS TELITI! Perhatikan, tadi yang saya gunakan mengaduk-ngaduk jantung adalah jari TELUNJUK,
sedangkan yang saya jilati adalah jari TENGAH!

Angkot…
Suatu hari saya naik angkot dari prapatan SBJ-Bubulak menuju Terminal Baranangsiang.
Pengemudi angkot itu seorang anak muda.
Di dalam angkot duduk 7 penumpang termasuk saya.
Masih ada 5 kursi yang belum terisi.Dalam perjalanan, seperti biasa tradisi di Bogor, angkot2 saling menyalip untuk berebut penumpang.
Suatu saat di jalur Sindangbarang ada pemandangan aneh.
Di depan angkot yang saya tumpangi, ada seorang ibu dan 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan.
Tiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh saya bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot,
tapi anehnya angkot itu melaju kembali.
Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yang saya tumpangi berhenti,
si ibu bertanya : “Dik, lewat terminal bis ya?”, supir tentu menjawab “ya”.
Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “Tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos”
Sambil tersenyum, supir itu menjawab “Gak pa-pa Bu, naik saja”.
Ketika si ibu tampak ragu2, supir mengulangi perkataannya “ayo Bu, naik saja, gak pa-pa”Saya terpesona dengan kebaikan supir angkot yang masih muda itu.
Di saat jam-jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang,
tapi si supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.Ketika sampai di terminal bis Baranangsiang, 4 penumpang gratisan ini turun.
Si ibu mengucapkan terima kasih kepada supir angkot.
Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp. 50 ribu.
Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp. 4 ribu),
pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penumpang gratisan tadi.
“Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu.Pagi itu saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yang saya lihat.
Seorang IBU MISKIN YANG JUJUR, seorang SUPIR YANG BAIK HATI, dan seorang
PENUMPANG YANG BUDIMAN. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.Dalam perjalanan dengan Damri ke Bandara Soekarno-Hatta,
sesekali mata ini berlinang setiap kali merenungi kejadian yang baru saja melintas.
Andai separuh saja Bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk
oleh kebaikan kita.! Semoga Bangsa ini penuh dengan orang-orang
seperti mereka. Dan semoga kita termasuk ke dalam golongan seperti mereka, Amin….Amiiiin.
Salam,
Kiriman dari suhu pucuk