Pucuk

Pencerahan dalam Kebingungan

MOTOR DAN MOBIL DIRUMAH

Ditulis oleh Pucuk di/pada Desember 18, 2007

Andai motor dan mobil pribadi tidak dikeluarkan dari rumah,

Andai Angkutan kota, Bus Umum tidak terlalu banyak,

Andai kita mau menggunakan mobil umum,

Mungkin waktu janjian sama pacar, tidak akan telat

Mungkin jalanan banyak bertebaran senyum,

Mungkin rasa marah akan banyak berkurang,

Andai….andai…

Ditulis dalam Andai | 2 Komentar »

SENANG MENCARI DAN MEMBAGI DOSA

Ditulis oleh Pucuk di/pada Desember 11, 2007

Ulangan semester sedang berlangsung.

Tas, Catatan, semua dikumpul di depan kelas, rasa tegang terlihat diwajah mereka

Satu persatu soal dibagi, 10 menit berjalan tidak ada reaksi, semua serius,

15 menit berlangsung mulai bisik-bisik, pinjam meminjam alat tulis seperti ada di mall

20 menit selanjutnya, suasana seperti pasar tradisional,

35 menit berikut mereka sudah cerah, wajah-wajah penuh keceriaan

Apa penyebabnya ? peserta ulangan saling bagi jawaban, walau belum tentu jawaban itu benar atau salah yang penting menyamakan jawaban dan bisa happy semua.

Pengawas khan hanya lambang pelengkap dalam suatu ruangan ulangan semester, dengan tugas membagi soal, melihat pekerjaan anak-anak, isi absen, isi berita acara penyelenggaraan ulangan semester, mengumpulkan soal dan yang terpenting tandatangan transfort mengawas.

siapa yang mencari dan membagi dosa ? itu pertanyaannya..

Ditulis dalam Artikel | Tidak ada komentar »

MENYATUNYA MATA DAN BUKU

Ditulis oleh Pucuk di/pada Desember 11, 2007

Motor berjalan, dikawal oleh motor dan mobil lain

Sang anak dibonceng ayah, tidak lepas buku itu dibaca, padahal jalanan macet. Sementara di jok belakang, sopir melihat majikan kecilnya sedang membilak-balikkan buku, seakan tidak terusik bisingnya jalan. Di angkot (angkutan kota) anak-anak lain saling berhadapan walau mereka terhalang oleh buku yang mereka baca.

Decak kagum, ternyata anak-anak hari ini mulai ulangan semester, mereka sungguh-sungguh menyatukan mata dan buku demi perjuangan, kesuksesan mereka menempuh ulangan semester.

Kalau seperti ini semua, indonesia cepat maju yah….anak-anak udah doyan buku.

Kekaguman itu sirna, tak kala saya parkir motor, terlihat anak-anak di sekolah, tempat saya mengajar hanya hitungan jari yang menyatukan mata dan buku, selebihnya menyatukan mulutdan mulut lewat bahasa yang tidak ada kaitannya dengan ulangan semester.

Inilah decak kagum dan sirnanya kekaguman.

Ini hanya di sekolah saya saja kali….he.

Ditulis dalam Artikel | yang berkaitan: | 2 Komentar »

DEWA MARAH PADA GURU

Ditulis oleh Pucuk di/pada Desember 7, 2007

Sang dewa tersenyum, ketika melihat para guru berkumpul mendiskusikan sesuatu hal yang dianggap penting oleh para guru.

Hasil keputusan dari diskusi ternyata guru membentuk satu kongsi dengan tujuan mewadahi aspirasi para guru.

Selang beberapa dekade para guru menuntut kesejahteraan para guru, hal tersebut disampaikan pada pihak kerajaan.

Sang Raja dan para menteri hanya menganggukan kepala tanda setuju pada para guru, persetujuan itu diberikan karena para menteri juga banyak yang berasal dari guru.

Selang beberapa tahun para guru mulai menikmati hasil kesepakatan itu, walau belum banyak tapi kesejahteraan para guru mulai meningkat, hal itu bisa dilihat dari banyaknya orang yang ingin menjadi guru.

Jiwa-jiwa guru sudah mulai haus akan kesejahteraan fisik. Sementara kesejahteraan hati, masih mereka cari.

Saking sibuknya guru berkongsi. Mereka banyak yang lupa pada murid-muridnya.

Muridpun mulai melupakan guru, hasil akhir banyak yang tidak ingin lagi berguru dipadepokan guru yang sibuk berkongsi ria. Hal itu bukan berarti padepokan kosong, tapi tujuan para murid sudah berlainan, ada yang hanya memanfaatkan padepokan untuk tempat bermain, ada yang menjadikan padepokan untuk prestise pribadi, ada yang menjadikan padepokan dari pada tidak ada pekerjaan, ada pula padepokan hanya untuk menitipkan diri sang murid dari orang tuanya, dan yang lebih banyak lagi banyak murid yang berkeliaran dijalan.

Raja bingung dan memanggil para menteri,

Raja Kenapa kok di dalam dan disekitar kerajaan banyak orang bodoh ?

Menteri Apa raja melihat seperti itu ?

Raja dimana para guru ? Apa mereka tidak melihat di sekitar kerajaan ?

Menteri para guru ada kok! Apakah guru tahu tentang kehidupan disekitar kerajaan, nah soal itu saya sebagai menteri tidak tahu raja.

Raja Menteri dan guru kok sama saja, tidak peduli lagi sama kehidupan di sekitar kerajaan..

Menteri hem…hemmm

Raja Kalian para menteri harus ingat, bahwa kemajuan dan kehancuran kerajaan ini banyak ditentukan para guru tau.

Menteri hem…hemmm.

Raja Sudahlahsaya cape, gimana nanti aja ke langsungan kerajaan ini. Biar sang dewata yang menentukan.

Ada seorang guru yang kebetulan melihat dewa.

Guru Dewa kenapa senyum-senyum ?

Dewa Aku sedang mempermaikan kamu-kamu sebagai guru

Guru Apa yang dipermainkan ?

Dewa Karena ulah mu, kamu ingin sejahtera, tapi kamu banyak meninggalkan kewajibanmu sebagai guru.

Guru Hem…he..

Dewa Padahal kedudukan kamu sebagai guru sangat tingggi di mata Ku.

Guru Hem…he..hee

Dewa Kesejahteraan itu datangnya dari Ku, bukan dari kamu atau dari raja.

Guru Oh…ohh

Dewa Kamu akan lihat sendiri nanti hasilnya. Raja, menteri dan kerajaannya akan hancur.

Guru Tersenyumhe..hee..

Dewa Kamu tersenyum, padahal kehidupanmu juga akan hancur.

Guru Hah…sambil bengong.

Dewa Tunggulah saatnya, bila kamu masih banyak berkongsi, menuntut yang terlalu, tapi kamu banyak meninggalkan padepokan dan menelantarkan murid-muridmu saat itulah kamu juga akan hancur

Guru kapankah datangnya kehancuran itu ? Dewa ! Dewa !

Sementara itu dewa menghilang entah kemana ? bersama terbitnya mentari

SELAMAT ULANG TAHUN PGRI

Ditulis dalam Artikel | 1 Komentar »

Pucuk Bahasa

Ditulis oleh Pucuk di/pada Desember 6, 2007

Kebersihan Mulut

Ada yang muncul pada mulut kita,
Ada yang baik yang perlu disampaikan,
Terkadang bahasa kasar yang ingin kita ungkapkan,
Sampai kita lupa, bicara apa kita.
Pucuk bahasa, ungkapan yang ada pada akar bahasa. Ada dimana akar bahasa kita ?


Ditulis dalam Coretan | Tidak ada komentar »